Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Materi Kuliah. Show all posts
Sunday, January 6, 2013

Makalah Sistem Akuntansi

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Perkembangan ekonomi Indonesia yang pesat, menuntut perkembangan ilmu akuntansi yang semakin pesat pula. Ilmu akuntansi yang sebagai dasar pengambilan keputusan bagi manajemen suatu organisasi/perusahaan kini sudah mulai dipelajari oleh kalangan akademisi mulai sekolah tingkat menegah, hingga tingkat perguruan tinggi. Karena, kebutuhan akan ilmu akuntansi saat ini sudah seperti halnya ’kebutuhan pokok’ bagi setiap organisasi/perusahaan yang mengelola finansial, walaupun sesederhana apapun.
Sebagai bagian dari golongan yang mempelajari ilmu akuntansi, kali ini penulis memberikan sedikit gambaran tentang akuntansi yang diterapkan di suatu perusahaan kecil di pelosok pedesaan, lebih dikhususkan mengenai sistem akuntansi yang digunakan.
Sesuai dengan definisi, sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen  guna memudahkan pengelolaan perusahaan (Mulyadi; Sistem Akuntansi. 1993), maka disini penulis mencoba mengaplikasikan definisi tersebut dalam hal sistem yang digunakan di Perusahaan Wingko Merah milik Bu Tri Rahayu
Perusahaan Wingko sendiri merupakan suatu perusahaan perseorangan yang bisa dikatakan home industry dan dikelola sendiri oleh pemiliknya. Sehingga sangat sederhana sekali mengenai sistem akuntansinya.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasar pada teori ilmu sistem akuntansi, rumusan masalah yang bisa dihubungkan dengan sistem akuntansi di Perusahaan Wingko Merah adalah :
1.         Bagian-bagian yang terlibat dalam pelaksanaan sistem.
2.         Dokumen-dokumen yang terkait dengan sistem.
3.         Catatan akuntansi yang diperlukan.
4.         Flowchart pelaksanan beberapa sistem
C.    METODOLOGI PENELITAN
Penulis menggunakan cara observasi langsung ke Perusahaan Wingko Merah, dan melakukan metode wawancara dengan pemilik.

D.    MANFAAT
Dengan mempelajari sistem akuntansi yang ada di Perusahaan Wingko Merah, diharapkan penulis dan pembaca dapat mengetahui :
1.       Mengetahui kinerja dari perusahaan tersebut.
2.       Mengetahui sistem akuntansi yang digunakan.
3.       Dapat memberikan evaluasi tentang sistem akuntansi yang sudah diterapkan/sudah berjalan.
4.       Memberikan wacana ke depan tentang hasil evaluasi kepada pihak manajemen Perusahaan Wingko Merah (apabila diperlukan).

BAB II
PERUSAHAAN WINGKO MERAH


A.    SEJARAH TENTANG PERUSAHAAN
Produsen Wingko Merah menyediakan makanan wingko, perusahaan ini baru dirintis 24 Agustus 2012. Usaha ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja bagi orang banyak terutama masyarakat sekitar. Letak Usaha ini di Desa Tayuban, Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta. Dengan penjualan produknya di pasar atau warung-warung, memudahkan Wingko Merah ini dalam berkembang kedepannya. Walaupun banyak pesaing, tetapi Bu Tri Rahayu mempunyai cukup banyak strategi untuk tetap bartahan dalam usahanya. Misalnya saja dengan cara memberi pelayanan yang bagus kepada pelanggan, melayani penjualan secara kredit, dan cara pengolahan yang bersih.

B.     PROFIL PERUSAHAAN

1. Nama Perusahaan        : PERUSAHAAN WINGKO BU TRI RAHAYU
2. Nama Pemilik              : TRI RAHAYU
3. Alamat                         : Tayuban, Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta
4. Berdiri                         : 2012
5. Jenis Usaha                  : Produksi dan Perdagangan










C.    STRUKTUR ORGANISASI
Mengenai struktur organisasi dari Perusahaan Tahu Mbah Arjo sangat sederhana sekali, hal ini karena perusahaan tersebut baru dalam tahap perkembangan, sehingga belum mempunyai pengadministrasian yang lengkap. Apabila digambarkan dalam sebuah bagan, Struktur Organisasi dari Perusahaan Wingko Merah Bu Tri Rahayu akan tampak sebagai berikut :






D.    BAGIAN-BAGIAN
Seperti halnya dengan struktur organisasi, bagian-bagian yang ada di Perusahaan Wingko Merah Bu Tri Rahayu juga belum lengkap. Ada beberapa karyawan yang menjalankan dua fungsi sekaligus. Bahkan beberapa fungsi tertentu dijalankan sendiri oleh pemiliknya. Secara ringkas bagian-bagian tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :

1.     Pemilik Perusahaan
Pemilik perusahaan adalah manajer bagi Perusahaan Wingko Merah Bu Tri Rahayu. Menjalankan fungsi akuntansi, fungsi jurnal, fungsi pejualan dan fungsi-fungsi lain. Hampir semua fungsi yang berkaitan dengan pembukuan dijalankan oleh pemilik.
2.     Bagian Produksi
 Bertugas menjalankan fungsi produksi, yang merupakan kegiatan pokok dari Perusahaan Wingko Merah Bu Tri Rahayu. Ada empat karyawan yang berada di bagian produksi, dan  kadang-kadang dibantu oleh pemilik perusahaan. Empat karyawan ini terkadang juga mengantarkan hasil produksi dan membeli bahan dan perlengkapan lain yang diperlukan.
3.     Bagian Keuangan
Bagian keuangan mengelola keuangan perusahaan. Bagian keuangan juga dilakukan oleh Bu Tri Rahayu.
4.     Bagian Pengiriman
Terdiri dari empat orang. Tugasnya tidak hanya mengirimkan hasil produksi berupa Wingko ke pasar-pasar di Kulon Progo. Selain itu ke empat orang ini harus juga harus mengambil bahan baku dari pemasok, dan memproduksi juga karena empat orang di bagian pengiriman dan produksi sama.
BAB III
SISTEM AKUNTANSI

SISTEM AKUNTANSI PERUSAHAAN WINGKO MERAH
Sebenarnya banyak sistem yang sudah dilaksanakan oleh Perusahaan Wingko, walaupun terkesan masih sangat sederhana dan tidak terdapat unsur pengendalian intern. Namun tidak menutup kemungkinan ada bahwa sistem akuntansi dijalankan di sana yang pelaksanaanya rapi. Diantara sistem yang ada di Perusahaan Wingko Merah Bu Tri Rahayu adalah :
1.      Sistem Penjualan Kredit
Sesuai dengan uraian dalam bab 2, bahwa di Perusahaan WIingko melakukan penjualan secara kredit.
a.      Bagian-bagian yang terkait
Bagian yang terkait dengan sistem ini adalah pemilik yang melaksanakan fungsi penjualan dan fungsi akuntansi, bagian gudang sebagai pengelola stok produk dan bagian pengiriman.
b.      Dokumen yang digunakan
-surat order
-surat order penjualan
c.      Catatan akuntansi yang diperlukan
-jurnal
-kartu gudang
-daftar antrian pesanan produk
-buku pembantu piutang
d.     Flowchart Sistem Penjualan Kredit

Flowchart Sistem Pejualan Kredit di Perusahaan Wingko
 
 



 
 
Flowchart Sistem Pejualan Kredit di Perusahaan Wingko (lanjutan)
 

Sistem penjualan kredit dimulai dari penerimaan surat order oleh pemilik, kemudian membuat surat order penjualan yang kemudian dikirim ke bagian gudang. Sementara surat order diarsip berdasarkan tanggal. Bagian gudang menggunakan surat order penjualan untuk mengecek apakah ada produk yang siap dikirim. Apabila belum diarsip dulu untuk menunggu kuota terpenuhi. Adanya ketersediaan produk yang memungkinkan yang siap kirim, maka dilanjutkan dengan memberikan dokumen ke bagian pengiriman bersama dengan produk yang akan dikirim, setelah mengarsipkan satu dokumen dan mengisi kartu gudang. Bagian pengiriman menuliskan tanggal pengiriman dan mengembalikan ke pemilik. Satu dokumen diberikan kepada pelanggan bersama dangan barang.  Pemilik melakukan penjurnalan setelah menuliskan tanggal pengiriman pada surat order, dan diarsip bersama dengan dokumen urut berdasarkan tanggal.

2.     Sistem Akuntansi Pencatatan Utang
a.      Sistem ini dilaksanakan sepenuhnya oleh pemilik.
b.      Dokumen yang berkaitan
-       faktur dari kreditor
-       bukti kas keluar
c.      Catatan akuntansi yang diperlukan adalah jurnal pengeluaran kas
d.     Flowchart Sistem Akuntansi Pencatatan Utang


Flowchart Sistem Pencatan Utang di Perusahaan Tahu
 
 


Setelah menerima faktur dari kreditor, kemudian faktur disimpan dulu berdasarkan nomor dan menunggu tanggal jatuh tempo. Setelah jatuh tempo, kemudian pembuatan bukti kas keluar. Faktur dengan satu dari bukti kas keluar diarsip permanen berdasar abjad maka segera dilakukan penjurnalan di jurnal pengeluaran kas.
3.     Sistem Penggajian
Dari 4 karyawan di Perusahaan Tahu, setiap karyawan berhak menerima gaji berdasarkan presensi harian
a.        Sistem dilaksanakan oleh pemilik
b.        Dokumen yang digunakan
-daftar hadir karyawan
-daftar gaji
-daftar rekap gaji
c.      Catatan akuntansi yang diperlukan adalah jurnal
d.     Flowchart Sistem Penggajian




Flowchart Sistem Akuntansi Penggajian di Perusahaan Tahu
 
Pemilik melakukan pencatatan kehadiran karyawan setiap harinya dan diarsip berdasarkan tanggal. Dari daftar hadir digunakan untuk membuat daftar gaji dan daftar rekap gaji dan mengarsipkan berdasarkan nomor setelah melakukan penjurnalan.

BAB IV
PENUTUP
A.    ANALISA
Sistem akuntansi yang dilaksanakan di Perusahaan Wingko merupakan sistem akuntansi yang tegolong sangat sederhana. Dimana diperlukan banyak evaluasi, terlebih tentang keterkaitannya dengan pengendalian intern. Pemilik yang memiliki banyak fungsi merupakan salah satu hal perlu diperbaiki, karena sangat riskan dan sulit diadakan pengontrolan.
Perusahaan Wingko melakukan pecatatan secara manual, itu juga hal yang perlu diperbaiki. Pencatatan dengan menggunakan komputer adalah solusi yang tepat agar digunakan manajemen untuk meminimalisir kesalahan.
Ketersediaan formulir yang terkontrol adalah hal lain yang perlu diusahakan Perusahaan Wingko untuk ke depannya nanti.
Namun, dibalik kesederhanaan Perusahaan Wingko, tersimpan suatu organisir yang rapi dari pemilik yang sekaligus memanajemen perusahaan. Setiap aset perusahaan diupayakan untuk befungsi optimal, termasuk di dalamnya pemberdayaan karyawan. Setidaknya hal tersebut bisa digunakan Perusahaan Wingko sebagai kekuatan untuk melangkah ke depan.
B.    KESIMPULAN
Setelah mempelajari dan sedikit menganalisa apa yang terjadi dengan sistem akuntansi di Perusahaan Tahu, penulis dapat menarik suatu garis besar tentang sistem akuntansi yaitu Sistem akuntansi ternyata sangat berperan penting dalam jalannya suatu menajemen, terutama keterkaitanya dengan masalah finansial. Sekecil apapun bentuk manajemen yang ada ternyata mengenal adanya sistem akuntansi.
Kemudian mengenai pentingnya sistem akuntansi, ditunjukkan dengan mudahnya dalam proses pengendalian intern.




Daftar Pustaka

Mulyadi. 1993. Sistem Akuntansi. Edisi ke-3. Jakarta: Salemba Empat
Unknown Materi Kuliah
Friday, January 4, 2013

Makalah Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing


BAB I

PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG

Seiring dengan berkembangnya zaman yang mengakibatkan kebutuhan yang semakin berkembang, kita dituntut untuk kreatif dan cerdas dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Di setiap negara di dunia pasti membutuhkan bantuan dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan akan suatu jenis barang. Pada umumnya, setiap negara mengimport suatu jenis barang dari negara lain untuk mencukupi kebutuhan di negaranya. Alasan utama dari dilakukannya transaksi inport tersebut adalah negara pengimport tak mampu memproduksi barang yang diimport di negaranya sendiri. Karena alasan inilah kita mengenal export dan import.
Mengingat mata uang di satu negara tak berlaku di negara lain, tentu saja dibutuhkan alat transaksi yang dapat diterima di negara lain. Kini, alat transaksi yang mampu diterima di lain tersebut biasa dikenal dengan nama valas, sedangkan tempat terjadinya  transaksi jual beli valas biasa kita kenal dengan Pasar Valas.
Secara geografis pasar valuta asing atau foreign exchange market menjangkau keseluruhan bagian dunia, dimana harga-harga mata uang senantiasa bergerak setiap saat pada setiap hari kerja. Transaksi valuta asing (valas) yang biasanya dalam jumlah besar diawali setiap pagi di Wellington dan Sydney, bergerak ke arah barat, ke Tokyo, Hongkong, dan Singapore, melalui Bahrain, kemudian beralih ke pusat keuangan keuangan Eropa, Frankfurth, Zurich, dan London menyebrangi Atlantik dan berakhir di Sanfransisco dan Los Angeles. Pada saat sore hari di Eropa pasar dalam keadaan ramai dan sangat likuid, ketika bursa Eropa maupun wilayah pantai timur Amerika Serikat dibuka.

B.     RUMUSAN MASALAH

1.       Apa pengertian pasar valuta asing?
2.       Bagaimana latar belakang pasar valuta asing?
3.       Bagaimana mekanisme kerja pasar valuta asing?
4.       Apa fungsi-fungsi pasar valuta asing?
5.       Apa kelebihan dan kelemahan transaksi valuta asing?
6.       Apa yang dimaksud dengan pasar uang?
7.       Siapa saja yang berperan dalam kegiatan pasar uang?
8.       Apa fungsi dari adanya pasar uang?

 

C.    TUJUAN

1.       Mampu menjelaskan mengenai pengertian pasar valuta asing.
2.       Mengetahui latar belakang pasar valuta asing.
3.       Mengetahui mekanisme kerja pasar valuta asing.
4.       Mampu menyebutkan fungsi-fungsi pasar valuta asing.
5.       Mampu menjelaskan kelebihan dan kelemahan transaksi valuta asing.
6.       Mengerti yang dimaksud dengan pasar uang.
7.       Mengetahui pelaku-pelaku yang berperan dalam kegiatan pasar uang.
8.       Mengetahu fungsi dari adanya pasar uang.
















1.    PASAR UANG
A.       Pengertian Pasar Uang
Pasar uang adalah suatu tempat pertemuan abstrak dimana para pemilik dana jangka pendek dapat menawarkan kepada calon pemakai yang membutuhkannya, baik secara langsung maupun melalui perantara. Sedangkan yang dimaksud dengan dana jangka pendek adalah dana-dana yang dihimpun dari perusahaan maupun perorangan dengan batasan waktu dari satu hari sampai satu tahun, yang dapat diperjualbelikan di dalam pasar uang (Pandji Anoraga dan Piji Pakarti (2001:20)).
Perwujudan dari pasar semacam ini berupa institusi dimana individu atau organisasi mempunyai kelebihan dana jangka pendek bertemu dengan individu yang memerlukan dana. Pasr uang menurut Pandji Anoraga dan Piji Pakarti (2001:19) mempunyai ciri: jangka waktu dana yang pendek, tidak terikat pada tempat tertentu, pada umumnya supply dan demand bertemu secara langsung dan tidak perlu guarantor underwriter. Pasar uang dan pasar modal sebetulnya merupakan sarana investasi dan mobilisasi dana.
Pengertian lain yang dapat dikemukakan di sini yaitu pasar uang adalah suatu kelompok pasar dimana instrumen kredit jangka pendek, yang umumnya berkualitas tinggi diperjualbelikan. Fungsi pasar uang sebagai sarana alternatif bagi lembaga-lembaga keuangan, perusaaan-perusahaan nonkeuangan untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek maupun untuk menempatkan dana atas kelebihan likuiditasnya.
Sesuai dengan namanya, pasar uang (money market) adalah keseluruhan permintaan dan penawaran dana-dana atau surat-surat berharga yang mempunyai jangka waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun dan dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga perbankan. Pasar uang sering juga disebut pasar kredit jangka pendek.
B.     Kebutuhan Adanya Pasar Uang
Ada beberapa alasan mengapa pasar uang dibutuhkan dalam sistem perekonomian karena banyaknya perusahaan serta individu yang mengalami arus kas yang tidak sesuai antara inflows dan outflows. Misalnya, perusahaan melakukan penagihan dari klien pada periode tertentu dan pada waktu yang lain ia harus mengeluarkan uang dan menutupi  biaya operasionalnya. Untuk mengatasi masalah tersebut (pada saat kas perusahaan mengalami defisit), maka perusahaan sementara dapat memasuki pasar uang sebagai peminjam dengan mencari lembaga keuangan atau pihak lain yang memiliki surplus (kelebihan) dana. Selanjutnya, pada saat mengalami surplus dana perusahaan menjadi kreditur dalam pasar uang untuk memperoleh pendapatan daripada membiarkan dananya tak terpakai atau idle.
Oleh karena itu, pasar uang berfungsi untuk menjembatani adanya kesenjangan antara penerimaan dan pengeluaran dana, menutup kekurangan dengan pinjaman jangka pendek apabila pengeluaran dana melebihi penerimaan dan penyediaan outlet investasi untuk memperoleh pendapatan bunga bagi unit yang penerimaannya melebihi pengeluaran.
Kebutuhan akan adanya pasar uang dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan untuk medapatkan sejumlah danan dalam jangka pendek atau sifatnya harus segera dipenuhi. Dengan demikian pasar uang memiliki fungsi sebagai berikut:
a.    Mempermudah masyarakat memperoleh dana-dana jangka pendek untuk membiayai modal kerja atau keperluan jangka pendek lainnya
b.    Memberikan kesempatan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan dengan membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
c.    Menunjang program pemerataan pendapatan bagi masyarakat.
C.    Tujuan dan Fungsi Pasar Uang
Investor di pasar uang terutama mencari keamanan dan likuiditas di samping peluang untuk memperoleh pendapatan bunga. Hal tersebut karena dana yang diinvestasikan di pasar uang kelebihan untuk sementara dan biasanya dibutuhkan dalam waktu singkat untuk membayar pajak, gaji, deviden, dan sebagainya. Dengan alasan ini, maka investor sangat sensitif terhadap risiko.
Pasar uang mempunyai fungsi yaitu sebagai sarana alternatif bagi lembaga-lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan nonkeuangan, dan peserta-peserta lainnya baik dalam memenuhi kebutuhan jangka pendeknya maupun dalam rangka melakukan penempatan dana atas kelebisi likuiditasnya. Pasar uang juga berfungsi sebagai sarana pengendali moneter dalam melaksanakan operasi pasar terbuka. SBI (Sertifikat Bank Indonesia) sebagai instrumen dlam melakukan operasi pasar terbuka digunakan untuk kontraksi moneter. Pelaksanaan pasar terbuka oleh Bank Indonesia dilakukan dengan menggunakan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU). SBI sebagai instrumen dalam melakukan operasi pasar terbuka digunakan untuk tujuan kontraksi moneter. Sementara SBPU berfungsi sebagai instrumen ekspansi moneter.

D.    Peserta Pasar Uang
Pihak yang terlibat dalam transaksi pasar uang baik sebagai investor maupun sebagai penerbit instrument dalam rangka mobilisasi dana antara lain adalah :
1)                       Lembaga-lembaga keuangan
2)                       Perusahaan-perusahaan besar
3)                       Lembaga-lembaga pemerintah
4)                       Individu-individu
Pasar uang menyediakan fasilitas atau jaringan transaksi jual beli asset financial, pasar ini menekankan pada kredit untuk memenuhi kebutuhan kas jangka pendek. Pasar uang adalah mekanisme yang mempertemukan pihak yang memiliki surplus dana dengan pihak yang mengalami defisit. Transaksi dalam pasar uang sebagian besar bersifat jangka pendek. Oleh karena itu mekanisme dalam pasar uang pada dasarnya dirancang untuk mempertemukan kebutuhan dana jangka pendek perusahaan, lembaga keuangan, dan pemerintah. Dengan demikian, keberadaan pasar uang memungkinkan terjadinya transaksi pinjam-meminjam.
E.     Instrument Pasar Uang
Instrumen atau surat-surat berharga yang diperjualbelikan dalam pasar uang jenisnya cukup bervariasi termasuk surat-surat berharga yang diterbitkan oleh badan-badan usaha swasta dan negara serta lembaga-lembaga pemerintah. Instrumen pasar uang yang ada di Indonesia. Dahlan Siamat (2001:208):
1)        Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Surat berharga atas unjuk dalam rupiah yang diterbitkan dengan sistem diskonto oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan hutang berjangka waktu pendek kurang dari satu tahun.
2)                       Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
Surat berharga jangka pendek yang dapat diperjual-belikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang telah ditunjuk oleh BI.
3)                       Sertifikat Deposito
Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh suatu bank atas unjuk dan dinyatakan dalam suatu jumlah, jangka waktu dan tingkat bunga tertentu. Sertifikat Deposito adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan. Ciri pokok yang membedakannya dengan deposito berjangka terletak pada sifat yang dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan sebelum jangka waktu jatuh temponya melalui lembaga - lembaga keuangan lainnya.


4)                       Commerecial Paper
Promes yang tidak disertai dengan jaminan yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor dalam pasar uang.
5)                       Call Money
Kegiatan pinjam meminjam dana antara satu bank dengan bank lainnya untuk jangka waktu pendek.
6)                       Repurchase Agreement
Transaksi jual beli surat-surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kcmbali surat-surat berharga yang dijual tersebut pada tanggal dan dengan harga yang telah ditetapkan lebih dahulu
7)                       Banker's Acceptence
Suatu instrumen pasar uang yang digunakan untuk memberikan kredit pada eksportir atau importir untuk membayar sejumlah barang atau untuk membeli valuta asing.

A.                      Indikator Pasar Uang
Indikator pasar uang sangat diperlukan untuk mengukur atau paling tidak mengamati perkembangan pasar uang. Indikator pasar uang meliputi:
1)                       Suku bunga Pasar Uang Antar Bank (Rp)
Tingkat bunga yang dikenakan oleh bank terhadap bank lain dalam hal pinjam meminjam danadalam bentuk rupiah.
2)                       Volume transaksi Pasar Uang Antar Bank (Rp)
Jumlah transaksi antar bank dalam hal pinjam meminjam dalam bentuk rupiah.
3)                       Suku bunga Pasar Uang Antar Bank (US$)
Tingkat bunga yang dikenakan oleh bank terhadap bank lain dalam hal pinjam meminjam danadalam bentuk US $.
4)                       Volume transaksi Pasar Uang Antar Bank (US$)
Jumlah transaksi antar bank dalam hal pinjam meminjam dalam bentuk US $.
5)                       JIBOR (Jakarta Interbank Offered)
Suku bunga yang ditawarkan untuk transaksi pinjam meminjam antar bank.
6)                       Suku bunga deposito Rupiah (%/Th)
Tingkat bunga yang diberikan para deposan yang mendepositokan uangnya dalam bentuk Rupiah.
7)                       Suku bunga deposito US$ (%/Th)
Tingkat bunga yang diberikan para deposan yang mendepositokan uangnya dalam bentuk US $.
8)                       Nilai Tukar Rupiah (Kurs)
Harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya atau nilai dari suatu mata uang terhadap mata uang lainnya
9)                       Suku bunga kredit
Tingkat bunga kredit yang dikenakan bank atau lembaga keuangan lainnya kepada para kreditor
F.      KELEBIHAN DAN KELEMAHAN
1)      Kelebihan
a.       Sarana untuk mencari pinjaman dana jangka pendek bagi perusahaan yang mengalami kesulitan likuiditas
b.      Sarana untuk menempatkan kelebihan dana yang dimiliki oleh badan usaha
2)      Kelemahan
a.       Risiko pasar
Risiko ini terjadi karena turunnya harga suatu instrumen pasar uang dikarenakan tingkat suku bunga naik sehingga investor mengalami kerugian.
b.      Risiko gagal bayat
Risiko ini terjadi karena debitur tidak dapat memenuhi kewajiban bayar pada kreditor.
c.       Risiko inflasi
Risiko ini terjadi karena naiknya harga barang atau jasa sehingga daya beli menurun atas pendapatan yang diterima dari pinjaman yang diberikan.
d.      Risiko nilai tukar
Risiko ini terjadi karena adanya perubahan tidak menguntungkan terhadap kurs mata uang asing.
2.      Pasar Valuta Asing

A.    Pengertian Pasar Valuta Asing

Valuta asing atau yang biasa disebut dengan valas, atau yang dalam bahasa asing dikenal dengan foreign exchange (Forex) merupakan mata uang yang di keluarkan sebagai alat pembayaran yang sah di negara lain. Valuta asing akan mempunyai suatu nilai apabila valuta tersebut dapat ditukarkan dengan valuta lainnya tanpa pembatasan. Sebagai contoh, suatu perusahaan multinasional AS yang mendirikan pabrik di Inggris, pada akhir tahun buku selalu ingin mentransfer laba yang diperoleh dari usahanya di Inggris (dalam bentuk Poundsterling) ke kantor pusatnya di AS (dalam bentuk USD) maka untuk mengonversikan mata uang Poundsterling Inggris ke dalam US Dolar diperlukan adanya pasar valas.
Pasar valuta asing (valas) merupakan suatu jenis perdagangan atau transakasi yang memperdagangkan suatu mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan. Sependapat dengan Madura yang mengungkapkan bahwa pasar valuta asing adalah pasar yang memfasilitasi pertukaran valuta untuk mempermudah transaksi-transaksi perdagangan dan keuangan internasional. Atau jika diartikan secara sederhana, pasar valas adalah perdagangan mata uang (valuta) suatu negara dengan mata uang negara lainnya. Sedangkan tarif dari pertukaran mata uang ini disebut juga dengan Foreign Exchange Rate, di Indonesia dikenal dengan Kurs Valas.

B.     Latar Belakang Pasar Valuta Asing

Setelah perang dunia I dan setelah depresi ekonomi dunia pada tahun 1930-an, dunia menginginkan tercapainya suatu stabilitas ekonomi yang lebih baik. Pada tahun 1944 lahirlah suatu sistem moneter Internasional yang dikenal dengan nilai tukar tetap (fixed ekchange rate) hasil persetujuan Bretton woods. Setiap negara memberlakukan kurs yang tetap dari mata uangnya terhadap US. Sejak saat itu ekonomi  negara-negara Eropa serta Amerika mulai tumbuh pesat. Lebih dari itu lahirnya pasar Euro Dollar dan Asia Currency Unit adalah untuk mengimbangi peredaran US Dollar yang semakin banyak jumlahnya.
Pentingnya aktivitas dalam foreign exchange timbul sehubungan dengan berkembangnya perdagangan internasional serta semakin meningkatnya  perpindahan uang dan capital international. Dari sini bisa dilihat bahwa foreign exchange bukan sebatas money change tetapi lebih luas dari itu. Oleh karena itu,dapat dikatakan bahwa pasar  valuta asing adalah suatu pasar di mana surat-surat berharga jangka pendek diperdagangkan.
Dalam perkembangannya, uang berkembang menjadi komoditas yang bisa di perdagangkan. Pasar valuta asing sendiri mengalami pertumbuhan yang pesat pada awal 70’an. Adapun yang menyebabkan pasar valuta asing bertumbuh dengan pesat antara lain adalah:
1.      Pergerakan nilai valuta asing yang mengalami pergerakan cukup signifikan sehingga menarik bagi beberapa kalangan tertentu untuk berkecimpung di dalam pasar valuta asing.
2.      Bisnis yang semakin mengglobal. Dengan semakin sengitnya persaingan bisnis membuat perusahaan harus mencari sumber daya baru yang lebih murah, dan tersebar di seluruh dunia sehingga menimbulkan permintaan akan mata uang suatu negara tertentu.
3.      Perkembangan telekomunikasi yang begitu cepat dengan adanya sarana telepon, telex, faximile, internet memudahkan para pelaku pasar untuk berkomunikasi sehingga transaksi lebih mudah di lakukan.
4.      Keuntungan yang diperoleh di pasar valuta yang cenderung besar meningkatakan keinginan berbagai pihak berusaha memperoleh gain dari pergerakan valuta asing.

C.    Mekanisme Kerja Pasar Valuta Asing

Kuncoro (1996:107) mengatakan seandainya ada mata uang tunggal internasional, barangkali pasar valas tidak diperlukan. Kenyataan menunjukkan, dalam setiap transaksi internasional selalu digunakan valas. Dengan kata lain ada kebutuhan untuk mengkonversi mata uang yang satu menjadi mata uang lain. Inilah yang menimbulkan adanya permintaan akan transaksi valas. Pasar valas dunia menawarkan mekanisme yang dapat menyelesaikan transaksi kompleks dan beragam secara efisien. Perantara utama dalam pasar valas adalah bank-bank utama yang beroperasi diseluruh dunia terutama yang berdagang valas. Bank-bank ini dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi yang sangat maju dan canggih, dimana dapat menghubungkan bank-bank tersebut dengan klien utamanya dan bank-bank lain diseluruh dunia. Tidak seperti di bursa saham yang memiliki lantai perdagangan (trading floor), pialang-pialang berbagai bank dalam pasar valas tidak pernah bertemu dan berhadapan secara langsung. Hanya telepon, modem, mesin faks, terminal computer, atau telex yang menghubungkan permintaan dan penawaran valas. Ada dua tingkatan dalam pasar valas. Pertama, pasar konsumen/eceran (consumer/retail market), dimana individu atau institusi membeli dan menjual valas kepada bank. Sebagai contoh, bila IBM bermaksud merepatriasi keuntungan dari cabangnya di Jerman ke AS, maka IBM dapat mendatangi sebuah bank di Frankfurt dengan tawaran menjual DM yang dimilikinya untuk ditukarkan US$. Kedua, apabila bank tersebut tidak memiliki jumlah US$ yang diinginkan, maka bank tadi akan mendatangi bank lain untuk memperoleh Dolar sebagai ganti DM atau valas lain. Penjualan dan pembelian semacam ini disebut pasar antar bank.
Dalam pasar valas, tidak ada keseragaman. Dengan adanya transaksi diluar bursa perdagangan (over the counter) sebagai pasar tradisional dari perdagangan valuta asing, banyak sekali pasar valuta asing yang saling berhubungan satu sama lainnya dimana mata uang yang berbeda diperdagangkan, sehingga secara tidak langsung artinya bahwa “tidak ada kurs tunggal mata uang dollar melainkan kurs yang berbeda-beda tergantung pada bank mana atau pelaku pasar mana yang bertransaksi”. Namun dalam praktiknya, perbedaan tersebut seringkali sangat tipis.



D.    Fungsi Pasar Valuta Asing

Fungsi pasar valuta asning antara lain:
1.      Transfer daya beli (transfer of purchasing power)
Sangat diperlukan terutama dalam perdagangan internasioanal dan transaksi modal yang biasanya melibatkan pihak-pihak yang tinggal di negara yang memiliki mata uang yang berbeda.
2.      Penyediaan kredit
Pengiriman barang antarnegara dalam perdagangan internasional membutuhkan waktu. Oleh karena itu, harus ada suatu cara untuk membiayai barang-barang dalam perjalanan pengiriman barang termasuk setelah barang sampai ke tempat tujuan yang biasanya memerlukan beberapa waktu untuk kemudian dijual kepada pembeli.
3.      Mengurangi risiko valuta asing
Importir mengharapkan memperoleh keuntungan dalam usaha perdagangan. Dalam kondisi normal dari kemungkinan risiko yang tidak diperkirakan misalnya terjadi perubahan kurs yang tiba-tiba sehingga mempengaruhi besarnya keuntungan yang telah diperkirakan.

E.     Tujuan Transaksi Valuta Asing

Ada beberapa tujuan dalam melakukan transaksi valas baik yang dilakukan oleh perusahaan/badan maupun individu adalah sebagai berikut:
1)      Komersial: ekspor-impor lalu lintas modal, lalu lintas jasa, dan lain-lain.
2)      Funding: pinjaman valuta asing dan kebutuhan cash flow.
3)      Hedging: untuk keperluan hedging atas risiko perubahan kurs valuta asing.
4)      Investasi: commercial investment, property investment, dan portfolio investment.
5)      Individu: turis dan kebutuhan individu lainnya.
6)      Marketmaking: berupa perdagangan valuta asing yang dilakukan bank-bank dengan menawarkan harga dua arah sebagai marketmaker.
7)      Position taking: aktivitas ini lazim ditemui untuk tujuan memperoleh keuntungan. Pada aktivitas ini, pelaku pasar akan memposisikan dirinya sesuai dengan kecendrungan menguat atau melemahnya mata uang.

F.     Pelaku Pasar Valuta Asing
Pelaku ekonomi yang utama dalam pasar valas dapat digolongkan menjadi:
a.       Perusahaan
Untuk meningkatkan daya saing dan menekan biaya produksi, perusahaan selalu melakukan eksplorasi terhadap berbagai sumber-sumber daya yang baru dan yang lebih murah. Ada kegiatan impor dan ekspor yang dilakukan perusahaan kadang memerlukan mata uang negara lain dengan jumlah yang cukup besar.
b.      Individu
Masyarakat atau perorangan melakukan transaksi valuta asing di sebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah kegiatan spekulasi, yaitu dengan memanfaatkan fluktuasi pergerakan nilai valuta asing untuk memperoleh keuntungan. Faktor kedua adalah kebutuhan konsumsi pada saat berada di luar negeri.
c.       Bank Umum dan Perbankan
Bank umum melakukan transaksi jual beli valas untuk berbagai keperluan antara lain melayani nasabah yang ingin menukarkan uangnya dalam bentuk mata uang lain. Perbankan adalah pelaku pasar valas yang terbesar dan paling aktif. Perbankan beroperasi dalam pasar valas lewat para pedagangnya.
d.      Pialang  Pasar Valas atau Broker
Mereka membantu untuk mencarikan pembeli ataupun penjual.
e.       Pemerintah
Pemerintah melakukan transaksi valuta asing untuk berbagai tujuan antara lain membayar hutang luar negeri, menerima pendapatan dari luar negeri yang harus di tukarkan lagi kedalam mata uang lokal.
f.       Bank Sentral.
Biasanya bank sentral melakukan jual beli valuta asing dalam rangka menstabilkan nilai tukar mata uang.
g.      Spekulan dan Arbitraser
Arbitraser adalah orang yang mengeksploitasi perbedaan kurs antar valas. Peran serta spekulan dan arbitraser dalam pasar valas semata-mata didorong oleh motif mengejar keuntungan.
h.       Institusi
Institusi yang dimaksud disini adalah institusi-institusi keuangan yang mempunyai investasi internasional, meliputi dana pensiun, perusahaan asuransi, mutual fund, dan bank investasi.

G.    Jenis-jenis Pasar Valuta Asing

1)      Pasat SPOT (Pasar Tunai)

Dalam transaksi spot biasanya penyerahan valas ditetapkan dua hari kerja berikutnya. Misalkan kontrak jual beli valas di tutup tanggal 10 maka penyerahannya dilakukan tanggal 12, namun apabila tanggal 12 adalah hari minggu atau hari libur Negara asal (Home Countries), penyerahan dilakukan pada hari berikutnya (Eligible Date) tanggal penyerahan ini disebut Value Date.

2)      Pasar Forward

Kurs forward adalah nilai tukar suatu valuta dengan valuta lain pada suatu waktu di masa depan yang dikuotasikan oleh bank-bank. Kemudian yang dimaksud pasar forward adalah pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak forward mata uang.  Waktu antara ditetapkannya kontrak dan pertukaran mata uang yang sebenarnya terjadi dapat bervariasi dari dua minggu hingga satu tahun.

3)      Pasar Currencies Future

Pasar currency futures merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak currency futures. Suatu kontrak currency futures menetapkan suatu volume standar dari suatu valuta tertentu yang akan ditukarkan pada tanggal penyelesaian (settlement date) tertentu di masa depan. Sebuah MNC (multi national corporation) yang ingin meng-hedge hutangnya akan membeli kontrak currency futures untuk mengunci harga suatu valuta di masa depan.

4)      Pasar Currency Options

Pasar currency options merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak currency options. Kontrak currency options dapat diklasifikasikan sebagai call atau put. Suatu currency call options menyediakan hak untuk membeli suatu valuta tertentu dengan harga tertentu dalam suatu periode waktu tertentu. Currency call options digunakan untuk meng-hedge hutang-hutang valas yang harus dibayarkan di masa depan. Currency put options memberikan hak untuk menjual suatu valuta asing dengan harga tertentu dalam suatu periode waktu tertentu. Currency put options digunakan untuk meng-hedge piutang-piutang valas yang akan diterima di masa depan.

5)      Pasar Barter (SWAP)

Kombinasi antara pembeli dan penjual untuk dua mata uang secara tunai yang diikuti membeli dan menjual kembali mata uang yang sama secara tunai dan tunggak secara stimultan dengan batas waktu yang berbeda.

H.    Kelebihan dan Kelemahan Pasar Valuta Asing

1)      Kelebihan Pasar Valuta Asing
a)      Transaksi 24 jam
Tidak seperti transaksi di pasar modal, pasar valas berjalan 24 jam sehari selama 5 hari dalam seminggu.
b)      Likuiditas
Banyaknya broker/dealer dalam pasar valas menjadikan pasar valas menjadi sangat likuid sekaligus bisa menjadikan harga menjadi lebih stabil. Dengan begitu, trader bisa membuka atau menutup posisi pada fair market price.



c)      Rendahnya biaya transaksi
Biaya transaksi di pasar valas secara online tidak ada, namun hanya dikenakan biaya yang jumlahnya cukup beragam salah satu contohnya adalah biaya pada saat penarikan dana dari akun forex.
d)     Keuntungan dari kenaikan dan penurunan harga
Para trader dapat menarik keuntungan dari kenaikan harga yaitu selisih antara harga beli (ask/offer) dengan harga jual/harga penutupan (bid) pada pesanan beli (buying order). Sedangkan pada pesanan jual (selling order), keuntungan didapat dari selisih antara harga jual (bid) dengan harga beli/penutupan (ask/offer).
e)      Marjin perdagangan
Perdagangan dengan marjin dapat membuat daya beli investor melebihi jumlah modal yang dimiliki.
f)       Two way opportunities
Anda dapat menghasilkan keuntungan 2 arah, ketika market naik atau pun ketika market turun. Hal ini tidak berlaku bagi investasi jenis lain (1 way opportunity), sebagai contoh: saham.
g)      Fungsi laverage (fungsi pengali/daya ungkit)
Dengan modal relatif kecil anda dapat menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar. Contoh : tanpa leverage anda hanya akan mendapatkan $0.01/point dengan modal $100. Tapi dengan leverage 1:100 maka anda dapat menghasilkan $1/point dengan modal yang sama ($100).

2)      Kelemahan Pasar Valuta Asing

a)      Risiko kurs pertukaran (exchange rate risk)
Risiko ini timbul sebagai akibat dari naik-turunnya nilai tukar (kurs) valas.
b)      Risiko negara asal
Risiko ini timbul dari akibat campur tangan pemerintah yang mata uangnya di perdagangkan di pasar valas contohnya seperti intervensi bank sentral di negara tersebut dengan menaikkan tingkat suku bunga, melepas obligasi pemerintah, pembelian valuta asing secara besar-besaran oleh pemerintah dan sebagainya.











BAB III

PENUTUP


SIMPULAN


Valuta asing atau yang biasa disebut dengan valas, atau yang dalam bahasa asing dikenal dengan foreign exchange (Forex) merupakan mata uang yang di keluarkan sebagai alat pembayaran yang sah di negara lain. Valuta asing akan mempunyai suatu nilai apabila valuta tersebut dapat ditukarkan dengan valuta lainnya tanpa pembatasan.

Pasar uang adalah pasar yang menyediakan sarana pengalokasian dan pinjaman dana jangka pendek, karena itu pasar uang merupakan pasar likuiditas primer. Transaksi dalam pasar uang dilakukan dengan menggunakan sarana telekomunikasi sehingga pasar uang ini disebut juga dengan pasar abstrak karena pelaksanaannya tidak dilakukan di tempat tertentu sebagaimana halnya dengan bursa efek pada pasar modal.

Pemilihan dana dalam pasar uang selalu berkaitan dengan pasar uang. Artinya jika kita hendak menginvestasikan uang kita dalam pasar uang maka, kita akan selalu mempertimbangkan kegiatan yang terjadi di pasar valas, demikian pula sebaliknya. Hal ini dilakukan untuk menentukan investasi mana yang paling menguntungkan di pasar uang atau valas. Interaksi antara pasar uang dan valas ini menjadi lebih penting apabila jumlah dana yang ada dalam jumlah besar atau kondisi ekonomi pada saat yang kurang baik








DAFTAR PUSTAKA


Bank Indonesia. Pengembangan Pasar Uang serta SBI dan SBPU di Pasar Sekunder. Paper, Jakarta. 1989.
Rusdin.2000. Pasar Modal. Jakarta: Alfabeta
www.id.wikipedia.org/wiki/Pasar-Valut- Asing. 1 Desember 2011
www.wikipedia.com. Pasar Valuta Asing. 1 Desember 2011




Unknown Materi Kuliah